Praktik dalam Kalimat untuk Memahami Quran dan Hadits

Bab 7 : Praktik dalam Kalimat - Bahasa Arob Khusus untuk Memahami Al-Qur'an dan Hadits
Praktik dalam Kalimat untuk Memahami Al-Qur'an dan Hadits

Di sini Anda akan diajak membandingkan kalimat biasa dengan kalimat 3K. Jika Anda mampu memahami bab ini maka penulis ucapkan selamat, Anda sudah menguasai buku ini dengan baik. Jika belum mampu memahami, itu artinya Anda harus berbesar hati dan bersabar mengulangi dari awal buku. Langsung saja, perhatikan kalimat ini:

Daftar Isi Artikel

Kalimat Biasa

الأَلْبَانِيُّ شَيْخٌ كَبِيرٌ فِي الحَدِيثِ، وَقَدْ صَنَّفَ الأَلْبَانِيُّ كُتُبًا كَثِيرَةً فِي تَصْحِيحِ الأَحَادِيثِ، وَكَانَ الأَلْبَانِيُّ قَلِيلَ النَّوْمِ وَ كَثِيرَ المُطَالَعَةِ، وَإِنَّ الأَلْبَانِيَّ نَاصِرُ السُّنَّةِ فِي الزَّمَنِ.
Al-Albani adalah tokoh besar dalam bidang hadits. Dan sungguh Al-Albani telah menyusun kitab-kitab yang sangat banyak dalam tashīh hadits-hadits. Dan dahulu Al-Albani sedikit tidur dan banyak menelaah. Sungguh Al-Albani adalah penolong Sunnah di zaman tersebut.

Analisisnya

  1. Al-Albānīyyu : hukumnya marfu’ karena menjadi Mubtadā’; Syaikhun : hukumnya marfu’ karena menjadi Khobar; Kabīrun : hukumnya marfu’ karena menjadi Na’at; Al-Hadītsi : hukumnya majrur karena kemasukan huruf Jar Fī.
  2. Al-Albānī : hukumnya marfu’ karena menjadi Fā’il; Kitāban : hukumnya manshub karena menjadi Maf’ūl Bih; Katsīrotan : hukumnya manshub karena menjadi Na’at; Tashīhi : hukumnya majrur karena kemasukan huruf Jar Fī; Al-Ahādītsi : hukumnya majrur karena menjadi Mudhōf ‘Ilaih.
  3. Al-Albāniyyū : hukumnya marfu’ karena menjadi Isim Kāna; Qolīla : hukumnya manshub karena menjadi Khobar Kāna. An-Naumi : hukumnya majrur karena menjadi Mudhōf ‘Ilaih; Katsīro : hukumnya manshub karena menjadi Khobar Kāna kedua; Al-Muthōla’ati : hukumnya majrur karena menjadi Mudhōf ‘Ilaih.
  4. Al-Albāniyya : hukumnya manshub karena menjadi Isim Inna; Nāshiru : hukumnya marfu’ karena menjadi Khobar Inna; As-Sunnati : hukumnya majrur karena menjadi Mudhōf ‘Ilaih; Az-Zamani : hukumnya majrur karena kemasukan huruf Jar Fī.

Kalimat 3K

أَنْتَ شَيْخٌ كَبِيرٌ فِي الحَدِيثِ، وَقَدْ صَنَّفْـتَ كُتُبًا كَثِيرَةً فِي تَصْحِيحِ الأَحَادِيثِ الَّتِي عَدَدُهَا سِتَّةُ آلَافِ حَدِيثٍ، وَكُنْـتَ قَلِيلَ النَّوْمِ وَكَثِيرَ المُطَالَعَةِ، وَإِنَّـكَ نَاصِرُ السُّنَّةِ فِي زَمَنِـكَ، وَهَذَا أَنْتَ.
Anda adalah tokoh besar dalam bidang hadits. Dan sungguh Anda telah menyusun kitab-kitab yang sangat banyak dalam tashīh hadits-hadits yang jumlahnya mencapai 6.000. Dan dahulu Anda sedikit tidur dan banyak menelaah. Sungguh Anda adalah penolong Sunnah di zaman Anda. Inilah Anda.

Analisisnya

Perhatikan! Yang diberi warna merah/tebal adalah 3K, baik KG, KT, atau KS. Maka Anda di sini hanya fokus menganalisa 3K.
  1. Anta : hukumnya di tempat marfu’ karena menjadi Mubtadā’.
  2. Ta : hukumnya di tempat marfu’ karena menjadi Fā’il.
  3. Allatī : hukumnya di tempat majrur karena menjadi Na’at.
  4. : hukumnya di tempat majrur karena menjadi Mudhōf ‘Ilaih.
  5. Ta : hukumnya di tempat marfu’ karena menjadi Isim Kāna. Kunta asalnya kaana+ta.
  6. Ta : hukumnya di tempat marfu’ karena menjadi Isim Inna.
  7. Ka : hukumnya di tempat majrur karena menjadi Mudhōf ‘Ilaih.
  8. Hādzā : hukumnya di tempat marfu’ karena menjadi Mubtadā’.
  9. Anta : hukumnya di tempat marfu’ karena menjadi Khobar.

Posting Komentar