Penjelasan 15 Bacaan Gharib dalam Al-Quran

15 Bacaan Ghorib Dalam Al-Qur'an Beserta Penjelasannya
Dalam Al-Qur'an, terdapat banyak lafadz lafadz yang cara membacanya perlu berhati-hati. Lafadz lafadz tersebut di istilahkan dengan bacaan gharib (غريب), namun tahukah anda apa yang maksud dengan ghoib (غريب) itu? Dalam kamus bahasa Arab ghoib (غريب) memiliki arti sesuatu yang aneh, asing, tidak dikenal, atau sesuatu yang sulit dipahami. Atau dengan definisi lain adalah suatu bacaan yang tidak banyak atau jarang di dalam al-Qur'an.

15 Bacaan Ghorib Dalam Al-Qur'an Beserta Penjelasannya

Daftar Isi Artikel

Dalam kitab Risalatu al-Qurra' Wal Huffadz (رسالة القرأن والحفّاظ) disebutkan bahwa terdapat beberapa bacaan di dalam al-Qur'an yang perlu diperhatikan ialah sebagai berikut:

Huruf Shod (ص) dibaca Sin (س)

مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللّهَ قَرْضاً حَسَناً فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافاً كَثِيرَةً وَاللّهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ( البقرة : 245)
"Barang siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan". (QS. al-Baqarah ayat:245)

Huruf Shod (ص) dibaca Sin (س)

أَوَعَجِبْتُمْ أَن جَاءكُمْ ذِكْرٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَلَى رَجُلٍ مِّنكُمْ لِيُنذِرَكُمْ وَاذكُرُواْ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاء مِن بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَصْطَةً فَاذْكُرُواْ آلاء اللّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (الأعراف: 69)
"Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan". (QS. al-A'raf ayat:69)

Huruf Shod (ص) dibaca Sin (س) atau shod (ص)

أَمْ عِندَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُصَيْطِرُونَ (الطور: 37)
"Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa?". (QS. al-Thuur ayat:37)

Bacaan Imalah (إِمَالَةُ)

Yaitu mencondongkan fathah pada kasrah dengan ukuran 2 harakat (satu alif), hal ini terdapat pada surat al-Hud ayat 41 berbunyi:
وَقَالَ ٱرْكَبُوا۟ فِيهَا بِسْمِ ٱللَّهِ مَجْر۪ىٰهَا وَمُرْسَىٰهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Dan Nuh berkata, ”Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. al-Hud:41)
Pada lafadz (مَجْر۪ىٰهَا) dibaca majreeha.

Bacaan Isymam (إِشْمَامٌ)

Yaitu mencampur suara fathah dengan suara dhommah dengan mencondongkan kedua bibir isyarah dlommah tanpa disertai suara. Hal ini hanya terdapat satu tempat pada al-Qur'an yakni dalam surat Yusuf ayat 11:
قَالُوا يَا أَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ
Mereka berkata: "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya. (QS. Yusuf:11)

Bacaan Naql (نَقْلٌ)

Yaitu memindah harakat kasrah pada huruf hamzah ke huruf sebelumnya. Di dalam al-Qur'an hanya terdapat satu tempat yakni pada surat al-Hujurat ayat 11:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim". (QS. al-Hujurat:11)

Pada mulanya dibaca “bi’sal ismu” (بِئْسَ الِاسْمُ), kemudian harakat pada hamzah dipindahkan ke huruf lam. sehingga menjadi “bi’sa lismu” (بِئْسَ لِسْمُ) inilah yang dinamakan dengan bacaan Naql (نَقْلٌ).

Bacaan tashil (تَسْهِيْلٌ)

Secara bahasa tashil artinya meringankan atau memudahkan. Sedangkan secara istilah memiliki arti
اَلنُّطْقُ بَيْنَ الْهَمْزَةِ وَالْاَلِفِ
"Mengucapkan huruf antara hamzah dan alif".

Dalam al-Qur'an bacaan ini hanya terdapat satu tempat yakni surat al-Fusilat ayat 44:
وَلَوْ جَعَلْنٰهُ قُرْاٰنًا اَعْجَمِيًّا لَّقَالُوْا لَوْلَا فُصِّلَتْ اٰيٰتُهٗ ۗ ءَاَ۬عْجَمِيٌّ وَّعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَّشِفَاۤءٌ ۗوَالَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرٌ وَّهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۗ اُولٰۤىِٕكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَّكَانٍۢ بَعِيْدٍ
"Dan sekiranya Al-Qur'an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab niscaya mereka mengatakan, “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah patut (Al-Qur'an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul), orang Arab? Katakanlah, “Al-Qur'an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur'an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (QS. al-Fushilat : 44)

Bacaan saktah (سَاكْتَهْ)

Yaitu berhenti sejenak tanpa mengambil nafas kira-kira dua harakat (satu alif) dan bacaan ini ditandai dengan huruf sin (س) kecil. Menurut qira'ah imam Ashim riwayat Hafs bahwa bacaan saktah (سَاكْتَهْ) di dalam al-Qur'an hanya ada di empat tempat diantara:
  1. QS. Al Qiyamah ayat 27
    وَقِيلَ مَنْ ۜ رَاقٍ
    "Dan dikatakan (kepadanya), “Siapa yang dapat menyembuhkan?”

  2. QS. al-Kahfi ayat 1-2
    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا ۜ (١) قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا (٢)
    "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al kitab (Al-Quran) dan Dia tidak Mengadakan kebengkokan di dalamnya (1). Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik (2)”.

  3. QS. Yasin ayat 52
    قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا  ۜ  هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ (٥٢)
    "Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! siapakah yang membangkitkan Kami dari tempat tidur Kami (kubur)?”. Inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul - rasul-Nya."

  4. QS. Al-Muthoffifin ayat 14
    كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
    "Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka".

Lafadz إِرْكَبْ مَعَنَا dibaca إِرْكَمْ مَعَنَا

Hal ini terdapat pada surat Hud ayat 42:
وَهِيَ تَجْرِيْ بِهِمْ فِيْ مَوْجٍ كَالْجِبَالِۗ وَنَادٰى نُوْحُ ِۨابْنَهٗ وَكَانَ فِيْ مَعْزِلٍ يّٰبُنَيَّ ارْكَبْ مَّعَنَا وَلَا تَكُنْ مَّعَ الْكٰفِرِيْنَ
"Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, ketika dia (anak itu) berada di tempat yang jauh terpencil, “Wahai anakku! Naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.” (QS. Hud:42)

Lafadz لَّٰكِنَّا هُوَ

Terdapat dalam surat al-Kahfi ayat 38 berbunyi:
لَّٰكِنَّا هُوَ اللَّهُ رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحَدًا
"Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku." (QS. al-Kahfi:38)
Adapun lafadz لَّٰكِنَّا هُوَ ketika waqof dibaca panjang nunnya, namun ketika washol dibaca pendek menjadi لَكِنَّهُوَ.

Lafadz أَنسَىٰنِيهُ huruf ha'nya dibaca dhommah

قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا
"Muridnya menjawab: "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali". (Q.S al-Kahfi:63)

Lafadz وَيَتَّقْهِ huruf ha'nya dibaca kasrah dan dibaca pendek.

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَخْشَ اللّٰهَ وَيَتَّقْهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ
"Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (QS. An-Nur: 52).

Lafadz فِيْهٖ huruf ha'nya dibaca kasrah dan dibaca panjang 1 alif (dua harakat).

يُّضٰعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيْهٖ مُهَانًا ۙ
"(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina," (QS. al-Furqan: 69).

Lafadz لِّلْعٰلِمِيْنَ huruf lamnya dibaca kasrah.

وَمِنْ اٰيٰتِهٖ خَلْقُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافُ اَلْسِنَتِكُمْ وَاَلْوَانِكُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلْعٰلِمِيْنَ
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui." (QS. Ar-Rum: 22)

Lafadz عَلَيْهُ dibaca dhommah pada huruf ha'nya.

اِنَّ الَّذِيْنَ يُبَايِعُوْنَكَ اِنَّمَا يُبَايِعُوْنَ اللّٰهَ ۗيَدُ اللّٰهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْ ۚ فَمَنْ نَّكَثَ فَاِنَّمَا يَنْكُثُ عَلٰى نَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَوْفٰى بِمَا عٰهَدَ عَلَيْهُ اللّٰهَ فَسَيُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا
"Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas (janji) sendiri; dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Dia akan memberinya pahala yang besar." (QS. al-Fath: 10)

Dalam al-Qur'an banyak sekali lafadz-lafadz yang sepertinya pantas dibaca akan tetapi menurut bacaan yang benar tidak dibaca panjang, memang diakui atau tidak cara membaca al-Qur'an tidak semuanya mudah seperti membaca tulisan teks arab yang lain. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya peraktek langsung dihadapan guru yang benar-benar alim ilmunya sekaligus peraktek langsung bacaannya.

Demikianlah penjelasan tentang 15 bacaan gharib dalam al-Qur'an beserta penjelasannya. allahu A'lam.

Posting Komentar